5 TEMPAT WISATA BERSEJARAH YANG WAJIB DI KUNJUNGI KETIKA DI KOTA BUKITTINGI
Hai,
Assalamualaikum kengkawan semoga selalu dalam keadaan sehat dan lindungan
Allah. Aaamiiin aaamiiin ya Rabball alamin. ^^
Hari ini cuaca dikota
Pekanbaru coret lagi sendu-sendunya kengkawan. Langit lagi suka mendung dan
gelap pertanda hujan bakalan turun. Bukan pertanda lagi sih,kemaren hujannya
deras banget. Dan aku basah kuyup pulang dari kampus. it’s oke ndk apa-apa.
Btw, ini adalah tugas
terakhir dari mbak Naqi dikelas ngeblog seru #2 udah berakhir aja, sedih banget
nih huft -_____-. Semoga ilmu yang telah mbak berikan jadi amal jarriyah buat
mbak aaamiiin aamiiin ya rabball alamin.
Tugas terakhir dari
mbak Naqi adalah bercerita tentang tempat wisata yang pernah dikunjungi.
Berhubung aku sejak kecil tinggal di Sumatra Barat, jadi kota wisata yang
paling sering aku kunjungi adalah kota Bukittinggi. Pengen banget sebenarnya ke
kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Yogya dan Jakarta doain ya kengawan
diberi kesempatan oleh Allah SWT aaamiiin ya rabball alamin.
Baiklah dari pada
ceritanya tambah ngelantur dan makin gak jelas. Kita mulai saja. Pada
kesempatan kali ini aku pengen nulis lima tempat wisata yang wajib di kunjungi
saat berada di Kota Bukittinggi. Apa saja itu ? langsung aja yaaa.
JAM GADANG

(Sumber : Google)
Jam gadang letaknya persis dijantung kota Bukittinggi, jika ke jam
gadang selain bisa melihat keindahnya ternyata jam gadang ini juga ada nilai historisnya nih kengkawan. Menurut
wikepedia,Jam Gadang adalah hadiah pemberian ratu Belanda kepada Rook Maker
sekretaris kota Fort De Kock (Bukittinggi). Jam Gadang ini merupakan titik nol
kilometer kota Bukittinggi. Selain itu, Jam gadang digerakkan oleh mesin yang
dirancang sama dengan mesin Bing Ben yang ada di London.
Kebun Binatang Kinantan Bukittinggi dan benteng
Ford de Cock

(Sumber: Google)
Sedari kecil sampai sekarang kebun binatang ini rasanya akan menjadi
tempat favorit yang akan selalu di
kunjungi. Kebayang kan dari zaman umur lima tahun aku udah punya foto naik
gajah di tempat ini, juga foto bersama ibu duduk dipatung harimau. Menurut aku
nih, kengkawan kebun binatang ini cocok banget dijadikan sarana edukasi bagi
adik-adik kita untuk mengenal jenis-jenis binatang. Selanjutnya kebun binatang
ini menyatu dengan benteng “Fort De Kock”. yang disatukan oleh jembatan limapeh
menggantung sepanjang jalan ahmad yani di kota Bukittinggi. Benteng ini
merupakan tempat pertahanan bagi pemerintahan Belanda untuk melawan masyarakat
Minangkabau, apalagi sejak meletusnya perang paderi. Untuk tiket masuk kebun bintang yang satu komplek dengan benteng fort de Kock dewasa : Rp.10.000,- dan anak-anak Rp.8.000,- murah banget deh pokonya kengkawan ramah dikantong.
Ngarai Sianok dan Lobang Japang

(Sumber : Google)
(Sumber: Google)
Saat berkunjung ke kota Bukittinggi, kita bakalan nemui taman ngarai Sianok.
Tempat indah melihat tebing terjal. Indah banget untuk dipadangi sembari
menikmati waktu. Disini juga banyak monyet lo. Usahakan bawa makanan lebih
soalnya monyet disini seingat aku juga suka ngambil makanan kita. Di taman ini
lah tempat lobang jepang sebgai saksi sejarah. Lobang sebagai bukti kerja
romusha. Gempa padang telah menghancurkan bagian asli lobang ini, namun telah
dibangun lagi sesuai bentuk aslinya nih kengkawan. Disini kita bisa melihat
bagaimana ruang tahanan dan lainnya. Untuk masuk ke taman panaroma tempat melihat ngarai sianok tiket dibandrol seharga Rp.8.000,- sedangkan Lobang Jepang Rp.15.000,- saja
Pasar Ateh, Pasar Bawah, Pasar Banto dan Janjang 40
(Sumber: Google)
Capek berkeliling berwisata sambil mengingat sejarah, bagi yang
memiliki budget lebih gak ada salahnya nih untuk mampir di pasar ateh (atas)
biasanya dipasar atas barang dijual ditoko. Jika terus berjalan akan bertemu
dengan penjual pernak-penik khas Bukittinggi sebagai oleh-oleh. Selanjutnya
pasar bawah dengan menuruni jalan biasanya disini dijual barang-barang diskon
kengkawan dan murah banget, Disini juga banyak buku-buku murah juga lo
kengkawan tapi bukan asli alias copyan gitu. Selanjutnya ada janjang 40 (anak tangga 40) . Menurut
informasi yang aku dapat ketika membaca berbagai literatur dan nonton youtobe
janjang 40 dibuat oleh Belanda untuk merapikan pedagang yang berjualan.
Kemudian, menurut wikepedia janjang 40 dibangun oleh
Louis Constant Westenenk menjabat sebagai Asisten Residen
Agam.
Rumah Kelahiran Bung Hatta
(Sumber:Google)
Rumah kelahiran Bung Hatta?. Iyap, ternyata bapak wakil presiden
pertama Indonesia berasal dari kota Bukittinggi. Rumah kelahiran Hatta menurut
aku masih terawat dengan segala furniture. Dan biaya masuk ke rumah ini juga
bayar seikhlasnya kok. Bagi kengkawan yang pengen tau cerita tentang rumah
kelahirang bung hatta bisa klik disini ya. Rumah kelahiran Bung Hatta berada
disekat pasar banto, dan menuju kesini kita bisa melalui janjang 40. Untuk rumah kelahirang Bung Hatta masuknya gratis kengkawan , kita hanya diminta sumbangan seikhlasnya bagi yang mau.
Gimana kengkawan, Bukittinggi cocokkan dijadikan tempat wisata untuk
mengenal sejarah. Ternyata perancangan tata kota telah dilakukan sejak zaman Belanda
ya. Semoga kita bisa menjaganya sebagai aset sejarah dan menghargai jasa para
pahlawan kita yang telah merebut kemerdekaan RI. Dirgahayu negaraku, negara
Bhineka Tunggal Ika walaupun berbeda-beda tapi tetap satu. Jaya selalu. Oh,iya kengkawan untuk harga tiket bisa berubah ya diwaktu-waktu tertentu.
Oke kengakawan sampai disini dulu ya
tulisannya, semoga bermanfaat mohon maaf atas segala kekurangan dalam tulisan
ini. Wasalam.
*tulisan ini adalah tugas ngeblog seru #@ bersama mbak Naqiyyah Syam
Comments
Post a Comment