Wisata Sejarah : Candi Tanjung Medan
Walaupun
orang Pasaman asli. Aku baru sekali menginjakkan kaki ke Candi Tanjung Medan. Tepatnya
saat libur lebaran tahun lalu, bersama teman-teman ketika masa sekolah. Mereka berlebaran kerumah dan mengajak jalan-jalan kecandi sekalian untuk hunting foto.
Menurut wikepedia bahasa indonesia,ensiklopedia
bebas. Candi merupakan peninggalan
Kebudayaan Hindu dan Budha.Yang disebut Biaro (Biara,Vhiara). Struktur Candi :
Terdapat dua bangunan candi yang terbuat dari batu bata dengan
ukuran batanya yang relatif lebih besar daripada ukuran bata yang biasa dipakai
masyarakat sekarang.Kedua bangunan yang mirip altar pemujaan itu
sekarang sudah direkonstruksi dan diberi atap karena batu bata yang asli sudah
banyak yang hancur. Areal sekitar candi juga sudah di pagar dengan baik .
Topografi Candi Tanjung Medan : Menilik
dari letak candi yang berada di pinggir Batang Sumpur,
yang mengalir ke Provinsi Riau (di sana namanya berubah menjadi Sungai Rokan
dan bermuara di pantai timur Sumatera)
maka diperkirakan pendiri Candi Tanjung Medan datang dari daerah hilir sungai
Rokan sebagaimana juga nenek-moyang orang Minangkabau yang
juga diperkirakan mengikuti aliran sungai dari pantai timur Sumatera Barat.
Salah satu bukti hal
ini adalah terdapatnya kesamaan nama beberapa tempat yang ada di Kecamatan
Panti dan daerah Ujung Batu (Prop. Riau), seperti Tanjungmedan, Rambah,
Tambangan, dan Sontang Meskipun sejarah nya belum diketahui secara pasti
suasana di kawasan Candi sangat sejuk terutama ketika senja. Menurut
paku kawasan Candi Tanjung Medan juga cocok dijadikan tempat menghabiskan waktu dengan latar belakang candi itu sendiri,bukit barisan ataupun bunga. XD ini foto
bersama teman-teman :
Untuk
pembaca yang sedang berada diPasaman tempat ini bisa dijadikan sebagai tempat
wisata sejarah juga. Menurut wikepedia bahasa indonesia,ensiklopedia bebas
akses menuju candi ini adlaah terletak dijalan raya Padang-Medan. di kilometer (km)
189 dari Padang, atau km 98 dari Bukittinggi, atau km 80 dari Kotanopan (sesuai
yang tertulis pada tonggak kilometer terdekat). Bila sudah menemukan tonggak
kilometer tersebut, berjalanlah kira-kira 200 meter lagi ke arah utara, dan di
sebelah kanan akan terlihat sebuah persimpangan jalan tanah (tepatnya 20 meter
sebelum jembatan). Ikuti jalan tanah tersebut ke arah timur dan kira-kira 200
meter lalu bertemu saluran irigasi Panti-Rao.
Nah, di seberang saluran irigasi tersebutlah candi berada. Sebagai
sumber tulisan diakses diinternet (Di akses pada tanggal 03-03 2016 21:47 pm)
Comments
Post a Comment