Wisata : “Berkunjung Ke-Lawang Sewu”
Hai.
Assalamu’alaykum warahmatullohi wabarakatuh.
Sudah lama tidak menulis diblog. Karena
kesibukan menuntut ilmu ***** ***** dan tidak bisa konsisten menulis. Semoga apa yang kita lakukan selama ini selalu di ridhoi Allah aaamiiiin. Oke, karena sudah lama tidak menulis, malam
ini aku ingin menulis. I want to share my
experience when i visit Semarang.
Semarang
bukanlah kota yang ingin aku kunjungi. Bahkan tak pernah terpikir selama
ini bakalan ke Semarang. Tetapi qadarulloh aku
harus mengunjungi kota ini untuk
pertama kalinya dalam hidupku pada 28-30 desember 2018. Menurutku kota Semarang indah banget, terutama dimalam
hari.
Terlepas
dari rasa pilu, suka dan cita selama di
Semarang. Disela-sela perjalanan menuju tempat tujuan.
Aku mengajak Kiki patnerku
selama beberapa hari di kota Semarang untuk berkunjung ke Lawang Sewu. Menurut wikepedia
Lawang Sewu dalam bahasa Jawa yang artinya pintu seribu. Meskipun pada kenyataannya pintu dilawang sewu tidak sampai
seribu guys.
Lawang
sewu adalah bukti peninggalan sejarah, bahwa bangsa kita pernah dijajah. Lawang
Sewu menyimpan kekayaan arsitektur yang
sangat luar biasa. Sebuah bangunan bergaya eropa dan menjadi kantor
administrasi kereta api pada masanya.
Untuk
informasi tambahan, bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Lawang Sewu tiket
masuknya yaitu Rp.10.000,- per orang. Memasuki Lawang Sewu aku tak lupa membaca
setiap prasati alias papan informasi
tentang lawang Sewu. Aku menikmati angin yang menyapa dihalaman utama Lawang
Sewu. Setelah itu aku memasuki salah satu
bangunan yang ada di lawang sewu. Pembangunan kereta api pertama
kali dibangun di Indonesia setelah itu, kemudian disusul oleh China dan Jepang.
Meskipun
tidak semua bangunan aku kelilingi, karena apa guys ? karena aku sudah sesak napas
dan kecapekan. Hari itu pengunjung ramai sekali.
Dari bahasanya sepertinya people
who came from Jakarta. Semarang memang terkenal dengan keberagaman
orang-orangnya. So, many kind of people who can
been seen at Semarang like keturunan Cina, India dan Arab.
Setelah
menghabiskan waktu beberapa jam di
Lawang Sewu dan lelah berfoto. Mengingat
lokasi tujuan yang harus dicari aku dan Kiki memutuskan untuk meninggalkan
Lawang Sewu yang kaya
akan arsitekturnya.Wah, berfoto di depan
bangunan Lawang Sewu ternyata sensasinya berasa lagi di Eropa. Ditengah hiruk pikuknya
jalanan Semarang dan ramainya Lawang Sewu yang dihibur dengan live music di halaman utama aku dan Kiki
meninggalkan Lawang Sewu degan keelokan bangunannya.
Sekian
dulu ya teman-teman cerita hari ini. Semoga selalu dalam lindungan Allah dan Sehat walafiat.
Until next time. Wassalammuala’ykum warahmatullohi wabarakatuh.
😪🤤aku blm pernah ke lawang sewu, padahal lama tinggal di Semarang.
ReplyDeletelawang sewu sekarang udah bagus setelah direnovasi. pengunjungnya juga banyak banget terutama kalau liburan.
ReplyDeletedulu sepulang sekolah saya selalu lewat sini, masih serem-serem gimana gitu, soalnya masih belum direnov seperti sekarang.