Wisata: Pasar Apung di Museum Angkut Malang
Kemaren
aku, diajak oleh anak mahessa untuk ikutan jalan ke Malang. Sebenarnya banyak
destinasi yang akan dikunjungi berhubung berangkatnya udah agak siangan, jadi
sampai di Malang kita udah agak sorean plus di guyur hujan yang membuat suasana
menjadi sendu. Dan ingatan melayang-layang pada seseorang. (Orang tua maksudnya
bukan dia… dia ahhah).
Sebelum
ke museum angkut, kita ke UMM dulu. Sekilas aku seperti flashback karena lima
tahun yang lalu aku lulus pndk di UMM untuk jurusan Psikologi dan Komunikasi di
Unair. Namun karena tidak di izinin orang tua dengan alasan tertentu, aku
memutuskan untuk tetap berkuliah di
Sumatra. Aku percaya jika sesuatu telah ditakdirkan kesuatu tempat hanya
menunggu waktu yang tepat in syaa Allah dengan izinya pasti bisa. Tinggal
menunggu waktu yang baik. Mungkin waktu terbaik untuk mengunjungi Malang dan
Surabaya adalah saat ini bukan lima tahun yang lalu.
Jadi
buat yang belum menikah atau ada cita-cita belum tercapai tetap woles ya namun
sambil usaha terus. Beberapa bulan ini insyaa Allah aku akan berdomisili di
Pare. Ngomongin pare ? sudah pasti menjadi pejuang bahasa ingris dan toefl
doakan ya teman-teman semua, aku bisa melewatinya dengan baik.
Semakin
kita besar, semakin kita dewasa akan banyak hal yang akan kita lewati sendiri.
Aku bersyukur ketemu teman SMA disini, padahal sewaktu SMA kita gak pernah
bertegur sapa ehehe. Terimakasih ya atas bantuannya dan jemputan ke bandara.
Juga diperkenalkan dengan teman-teman bimbelnya di Mahesa.
Sesampai
di Museum Angkut, kita terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang masuk kedalam
museum. Sedangkan aku masuk tim menghabiskan waktu di pasar apung. Bukan
apa-apa tiket masuknya lumayan mahal menurutku. Sementara untuk sokongan dana
saat ini masih dari orang tua, jadi harus bisa mengelola dengan baik. Aku
berharap semoga suatu hari nanti bisa mengunjugi Malang lagi (aamiin).
(Perahu yang dinaiki ketika di Pasar Apung)
Ada
Apa Saja Di Pasar Apung ?
Sekilas
pasar apung ini, seperti mengadopsi konsep asar apung yang ada di Sulawesi. Di
pasar apung ini kita bisa naik perahu, dengan membayar Rp.10.000,- . Selain itu
juga terdapat beberapa penjual souvenir dan pakaian untuk buah tangan.
Suasananya juga bagus sekali. Menurutku instgramable banget deh. Kece untuk
spot foto. Semakin senja, semakin bagus untuk berfoto. Berikut beberapa moment
yang diabadikan di pasar apung museum angkut:
Malamnya
setelah keluar disini kita menghabiskan waktu di alun-alun kota Malang. Setelah
itu cus pulang dan kembali ke Pare. Sekian dulu ya teman-teman cerita hari ini.
Maaf kalau masih kurang dalam hal explorenya.
Wassalam,
Rahma Liasa Zaini
10/02/2018
Comments
Post a Comment