4 Hal Yang Bakalan Kita Rasakan Ketika Kembali Kekampung Halaman
Hai, Assalamualaykum
teman-teman.
Bertahun-tahun
merantau untuk menyelesaikan pendidikan S1. Dan kembali lagi pada satu titik
kamu harus kembali pulang. Sebenarnya saat kembali kekampung halaman ada banyak
hal yang menjadi pertimbangan. Mulai dari gelar sarjana, attitude dan lainnya. Apa pantas berlaku seperti ini, atau hanya
berdiam diri dirumah saja.
Udah
lama banget rasanya gak buka hipwee, tetiba aja kemaren duduk diteras rumah sambil browsing dan baca-baca artikel hipwee
alhamdulillah dapat inspirasi buat menulis. Ketika baca artikel hipwee aku seperti nemuin
artikel yang ngewakili perasaan aku banget guys. Intinya artikel tersebut
ngejelesin perbedaan kehidupan antara di daerah perantauan dan kampung halaman.
Sejauh
ini menurut aku artikel ini ada benarnya juga. Kalo dikost-kost kita hidup
semaunya, mau makan jam berapa, beres-beres kamar jam berapa terserah gak ada
yang ngatur. Tiba-tiba pindah kerumah jam makan teratur dan masih banyak hal
lainnya. Menurut aku ketika pulang kekampung halaman ada beberapa hal yang gak
bakalan kita dapatkan diperantauan dan hanya dapat dirasakan dikampung halaman.
Apa saja itu, penasaan? yuk lanjutkan
bacaaan berikut ini:
Pemandangan asri dipepunuhi pepohonan
Alhamdulillah
teman-teman aku tinggal didekat cagar alam yang telah dilindungi dunia. Namanya
cagar alamnya Rimbo Panti. Dalam cagar alam ini terdapat beberapa hewan yang
dilindungi dan juga beragam jenis tumbuhan. Selain itu pada cagar alam ini juga
terdapat pemandian air yang panas yang dapat mengobati berbagai penyakit kulit
seperti eksim. Ketika kita melintasi daerah ini kita bakalan ngerasain
kesejukan udara dan juga pemandangan indah seperti akar-akar pohon yang
bergelantungan dijalan teman-teman. Ayooo dimana lagi dapat menikmati
pemandangan yang asri kalau bukan dikampung sendiri teman-teman.
Sejauh mata memandang terbentang sawah
Kemaren
aku merasa kecologan banget waktu cerita sama Ade dan Ibu. Aku baru tau kalau
warna favorit rasululloh saw adalah warna hijau. Aku baru mengetahui saat blogwalking. Dan aku merasa bersyukur
banget ketika berada dirumah. Karena sejauh mata memandang dipekarangan rumah
terbentang sawah dan bukit barisan yang hijau. Aku berharap suatu hari nanti smeoga
sawah akan tetap menjadi sawah dan bukit akan selalu berdiri dengan gagah.
Tidak tergantikan dengan industri modern yang merusak ekosistem. Jadi
bersyukurlah ketika melihat padi yang ditanam berwarna hijau dan juga bukit.
Entah karena aku berasal dari kampung aku selalu menyukai sawah. Apalagi ketika
makan-makan disawah dan diiringi angin sepoi-sepoi buat makan makin selera teman-teman. Aduh, bisa tambah gendut
ini hihi
Kalo mau apa-apa
tinggal ambil
Perbedaan dirumah sama diperantaun emang beda
banget. Kalau dirumah kalau mau apa-apa tinggal ambil dipekarangan rumah atau
dikebun. Misalnya cabe, jengkol, jambu, tomat dan lainnya. Tanah yang masih
lapang dan pekerjaan utama masyarakat
adalah bercocok tanam. Jadi enak, misalnya ketika aku panen tanaman yang tumbuh
dipekarangan rumah. Selain untuk pribadi bisa juga untuk dijual.
Kebersamaan dengan
Keluarga
Ini nih yang bakalan dikangenin ketika berada dirantau
kebersamaan dengan keluarga yang gak bisa kita beli dengan apapun. Kebersamaan
dengan bapak, ibuk adik-adik dan keluarga besar lainnya. Dirumah emang paling
enak deh, tapi apapun itu sesuatu terkadang membuat kita harus merantau. Untuk
kehidupan yang lebih baik. Aaamiiin ya rabball alamin.
*Sebenarnya masih banyak tentang hal-hal yang
hanya kita dapatkan ketika berada dikampung halaman. Hanya saja aku belum bisa
mendeskripsikan secara lengkap teman-teman. Untuk kesempatan kali ini sampai
disini dulu, semoga bermanfaat ;))
#ODOP #BATCH5
Comments
Post a Comment