5 Tips Menyelesaikan Skripsi Dan Wisuda Tepat Waktu
Hai,
Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarakatuhu kawan-kawan semuanya :)).
Semoga
dalam keadaan sehat dan lindungan Allah. Aamiin aamiin ya rabball alamiin. Hampir
dibilang dalam setahun ini aku menghabiskan waktu hanya untuk yang namanya
skripsi, kalo gak salah sejak tahun kemarin.
(Sumber :Google)
Bukan
sok senior atau sok pintar. Aku bukan siapa-siapa kok. Di kampus gak terlalu
menonjol, kawan dikampus juga gak terlalu banyak bisa di hitung jari. Di kelas
juga gak pintar tapi sesekali saat diskusi alhamdulillah aktif dan kadang
ditanggapi dosen. Atau ketika semua teman-teman kelas gak setuju sama
pendapatmu tapi dosen setuju rasanya Alhamdulillah sekali. Karena memang
ngomonngnya bukan ngasal dan ngawur tapi berdasarkan buku-buku dan study kasus.
Apalagi
ketika dosen kenal sama kita dan kasih nilai sesuai dengan perjuangan bahagianya
luar biasa banget deh. Dalam hidup ini bukan nilai yang harus dikejar, tapi bagaimana prosesnya sehingga
bisa mejadi baik. Tetapi jika dapat nilai A pasti merasa bahagia, gak boleh
munafik juga dong. Pernah ikut organisasi tapi gak mampu beradaptasi rasanya
sedih banget, pengen ikut program sosial atau apalah biar bisa buka cakrawala tapi sering gak
kecapai. Kurang usaha :’( sepertinya.
Mungkin,
karena kurang rajin bacanya, kurang rajin lagi cari infonya. IP sama IPK juga
gak terlalu tinggi. Tapi Alhamdulillah standar. Buat apa banggain IP sama IPK
karena pada saatnya nanti akan ada masanya keterampilan, keberuntungan yang
akan mengalahkan IP sama IPK.
Okeee
sekian dulu curhatnya tentang masa kuliah. Karena sudah berlalu hiks ;(( bagi
mahasiswa tingkat akhir atau yang udah berada di batas limit. Ada yang lebih
penting namanya “Skripsi”. Ngomongin skripsi
menurut aku gak ada hubungannya sama oh, dia waktu zaman kuliah IP dan IPK nya
tinggi, Oh dia waktu zaman kuliah aktif di organisasi ini, oh dia waktu kuliah
dekat sama dosen.
Berdasarkan
pengamatan yang aku lakukan dikampus beberapa mahasiswa yang udah terbiasa aktif
dikelas dan organisasi ada lulus cepat
apalagi yang kenal dan dekat dengan dosen. Tapi gak menutup kemungkinan sama mahasiswa yang datang, duduk, lalu
pulang. Atau disingkat mahasiwa kupu-kupu yaitu
kuliah pulang kuliah pulang. Setelah melihat
fenomena tersebut aku menyimpulkan ada
beberapa tips agar bisa cepat menyelesaikan skripsi dan wisuda tepat waktu:
Niat
Kenapa
niat ? niat itu penting banget menurut aku. Kalau kita memang udah niat lulus
cepat. In syaa Allah kita akan berusaha mengerjakan skipsi seberapa sering pun judul
ditolak. Patah semangat bolehnya sehari doang, tapi hari berikutnya terus
ngajuin judul baru lagi. Ketua jurusan sama Wakil Dekan yang awalnya gak care bakalan coba membantu minimal memperbaiki kalimat judul atau membuka
pikiran kita tentang topik lainnya Sehingga kita memiliki judul untuk skripsi.
Kumpulkan niat, bismillah dan semoga acc.
Buat Strategi
Pernah
ada adik tingkat curhat dan buat aku gondok seharian. Kak, aku pengen lulus 3,5
tahun. Namun adik tersebut belum mengajukan judul bahkan mau berangkat KKN dan
magang belum tau juga dimana. ACC judul aja belum gimana caranya lulus 3,5
tahun kalo memang niat kerjakan. Aku juga dulu bilang sama diri sendiri pengen
lulus 3,5 tahun. Bahkan udah nulis dikertas impian yang aku tulis dimading
kamar. Hanya saja ketika KKN dan Magang aku gak bisa ngerjain proposal sedihnya
-____-. Jadi dikampus aku punya sistem setiap mahasiswa semester enam udah
boleh mengajukan judul. Hanya saja setelah acc judul biasanya mahasiswa tingkat
akhir akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan job training. Nah, atur strategi yang baik usahakan kekampus
setelah selesai melaksanakan KKN. Kesalahan aku disini ternyata ketika selesai
KKN aku pulang kampung. Di saat pulang kawan-kawan pada ngajukan pembimbing.
Selanjutnya usahakan buat judul ditempat magang, atau ada kenalan ditempat
penelitian sehingga dimudahkan melihat fenomena dan mendapatkan data. Berdasarkan
pengalaman aku memiliki orang dalam atau kenalan ditempat penelitian sah-sah
saja. Malah sangat membantu untuk membuat langkah awal yaitu latar belakang.
Untuk teman-teman yang gak mau ribet berurusan dengan suatu instansi bisa juga
melakukan penelitian yang berhubungan dengan masyarakat. Mengurangi pikiran
negatif, takut gak diterima, takut ini lah takut itu lah. Jadi tetapkan
strategi temn-teman semuanya semuanya :)).
Nimati Proses
(Sumber Google)
Masuklah
sama yang namanya tahapan penunjukan dosen pembimbing. Dalam proses penerimaan
dosen pembimbing ada yang merasa sedih ada yang merasa bahagia. Why ? ada yang
dapat dosen pembimbimbingnya welcome,
keilmuannya menunjang banget sama penelitian kamu dan juga tidak mempersulit
mahasiswa. Lalu bagaimana dengan aku ? sempat nangis, marah sama keadaan juga.
Gimana enggak dosen pembimbingnya cuma datang pagi-pagi kekampus buat absen.
Dan nerima mahasiswa bimbingan pas moodnya baik. Kalo gak mau ya gak mau.
Awalnya merasa sedih banget. Dalam hal-hal seperti ini cukup curhat sama orang
kepercayaan kamu jangan curhat sama orang yang bakalan buat kamu tambah down . “Itulah kamu cepat banget sih,
ngajuin judul maunya liat kuota dulu,”. Syedih rasanya. Teruuuuuus “ Ma,
baiknya buat judul baru aja minta pembimbing baru, nantik lama lo,”. Tambah down. Dari hal-hal tersebut aku belajar
buat curhat sama orang yang baik sama kita saja. Dan alhamdulillah Allah maha
baik, diawal aku memang merasa sendiri namun seiring berjalannya waktu aku
bertemu dengan teman-teman baik. Dan kita mulai deh ngejar-ngejar dosen
dikampus, pokoknya berbagai cara kita lakuin agar bisa bimbingan. Mulai
ngikutin dosen kemanapun pergi selama dikampus. Menunggu dari pagi sampai sore,
waktu bulan puasa siap sahur gak boleh tidur dan pokoknya terus berjuang. Jadi
intinya jangan judge teman-teman yang
dapat pembimbing kiler, dengan ucapan bakalan lama lulusnya minimal kita jadi
orang baik dengan menyemangati dan mendoakannya.
Buang pikiran negatif
Beberapa
hal yang membuat proses skripsi lama selesai adalah menyimpan pikiran negatif
seperti “kira-kira aku bakalan mampu gak
menyelesaikan skripsi ini, aku kan penelitan bukan ditempat magang mau gak ya
mereka ngasih data, atau nantik gimana kalo dosen penguji aku ini”. Takutnya ya
Allah. Tugas kita sebagai manusia hanya berusaha dan menjalani. Buang semua
pikiran negatif, kerjakan selesaikan. Libatkan Allah dalam setiap aktivitas.
Dan insyaa allah semua pikira buruk tidak akan terjadi. Kita berfikiran buruk
hanya karena belum menjalani saja. Jadi perlu banget buat berfikir positif
selama mengerjakan skripsi. Attitude
juga sagat perlu menurut aku, sopan santun kepada dosen, dan menyemangati kawan
yang lagi jadi pejuang skripsi tentunya.
Perbanyak Usaha dan Doa
Setelah
menikmati proses melelahkan atau bisa dibilang spesial karena berbeda dengan
teman-teman lainnya. Karena tigkat kesulitan mengerjakan skripsi individu
berbeda-beda. Maka perbanyaklah usaha dibidang lain seperti sholat wajib dan
juga sedekah lalu berdoa kepada Allah semoga dimudahkan ketika sidang dan
urusan lainnya. Karena dengar-dengar dari kawan yang bernama Maryanto dia
lulusnya 3 tahun 7 bulan katanya dia bisa lulus cepat karena selalu minta doa
sama Ibunya, terus rajin ibadah tambahan seperti sholat tahajud dan puasa
senin kamis.
(Sumber:Google)
Nah,
gimana menurut teman-teman #pejuangskripsi ? sudah siap bertempur dan
mengakhiri pertanyaan kapan nikah? eh kapan wisuda?.
Akhir
kata, semoga tulisan ini bermanfaat. Sekali lagi skripsi bukan tentang seberapa
tinggi IPK, seberapa aktif dikelas, seberapa banyak organisasi diikuti. Tapi
seberapa besar niat untuk mengerjakan dan menyelesaikan. Dan pandai-pandai dalam
manajemen waktu tentunya.
Comments
Post a Comment