Wisata Alam :TRIP TO AIR TERJUN BATU DINDING DESA TANJUNG BELIT
Air
terjun batu dinding terletek di desa Tanjung Belit kec.Kampar Riau. Di butuhkan
waktu lebih kurang 3 jam dari Pekan Baru
(Panam) menuju pemukiman warga desa Tanjung
Belit. Jalur menuju lokasi air terjun
batu dinding merupakan jalanan mendaki dan menurun bagi yang terbiasa naik
gunung atau berolahraga bukan lah tantangan berat. Tantangan terberat adalah
bagi kami yang jarang berolah raga dan melakukan aktivitas di alam. Huaaa sungguh
melelahkan,ngos-ngosan pun menjadi teman
setia sepanjang perjalanan terutama ketika mendaki .
Saya
pergi ke air terjun batu dinding desa tanjung Belit bersama teman-teman dari
LPM Gagasan.Pada Kamis(24/12/2015) dengan mobil pick up.Sentuhan angin,sinar
pagi sang surya menyelimuti perjalanan kami.Sesekali truck besar lewat
disebelah kami.Selama perjalanan bersama Desi,kami merasa seperti memeluk angin
sambil mendowerkan bibir lalu tertawa lepas. Namun rasa mual menghampiri Desi,untunglah
pak sopir berhenti karena bang ipul mau ke ATM.
Bersama Desi, kami menghampiri warung pinggir jalan dan kemudian membeli antimo, perjalanan pun dilanjutkan, kali ini kami duduk di samping pak sopir. Muthi di pangkuan Desi. Kami menghabiskan waktu dengan bercerita tentang masa depan. Desi ingin jadi wartawan Muthi jadi penulis.Amiiiin ya Rabbal alamin semoga segera terwujud sobat ({}).Jalanan kami dipenuhi dengan masuk simpang keluar simpang. Taraaaa kami pun sampai jua walaupun ketika pendakian kami semua harus turun dari mobil pick up.
Bersama Desi, kami menghampiri warung pinggir jalan dan kemudian membeli antimo, perjalanan pun dilanjutkan, kali ini kami duduk di samping pak sopir. Muthi di pangkuan Desi. Kami menghabiskan waktu dengan bercerita tentang masa depan. Desi ingin jadi wartawan Muthi jadi penulis.Amiiiin ya Rabbal alamin semoga segera terwujud sobat ({}).Jalanan kami dipenuhi dengan masuk simpang keluar simpang. Taraaaa kami pun sampai jua walaupun ketika pendakian kami semua harus turun dari mobil pick up.
(Sesampainya di tempat parkir desa Tanjung Belit )
(Mobil Pick Up terparkir)
(Bersama Desy dan Pak Supir Start perjalanan
menuju air terjun batu dinding
Setelah
membayar uang masuk dan membawa perbekalan yang telah di disiapkan saat di
sekre kami kembali melanjutkan perjalanan.Di butuhkan waktu lebih kurang 45
menit untuk sampai ke air terjun batu dinding.Ternyata bukan hanya kami,beberapa
wisatawan lokal juga meramaikan
perjalanan maklum tanggal merah.
Puas
bermain di air terjun pertama,kami ke air terjun kedua.Di air terjun kedua kami
tidak berlama-lama maklum masih ada satu
air terjun lagi.Hanif si navigator perjalanan membocorkan bahwa air
terjun terakhir bernama air terjun seluncuran karena
bentuknya yang sama persis dengan seluncuran. Di air terjun kedua ini hanya
beberapa saja yang turun Toni, Ika, bg Ipul, Anif, Irna dan lain-lain. Sementara
saya memilih duduk di sebatang kayu
seperti jembatan memerhatikan teman-teman lainnya yang menikmati keasrian alam
nan elok.Sayang banget saya tidak memiliki foto di air terjun kedua. Tetap
lestari ya :).
Setelah
merasa cukup dan mengingat waktu yang semakin petang kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun terakhir yang
juga dikenal air terjun seluncuran . Setelah sampai di air terjun seluncuran,saya sempat terpeleset dan
alhamdulillah gak terluka. Di air terjun
seluncurnya saya awalnya hanya menghabiskan waktu di tepi sungai.Namun atas
bujukan Desi dan Muthi saya bergabung dengan teman-teman yang lain airnya
sangat dingin. Di saat menikmati tiba-tiba dua anggota rombogan kami terjatuh
awalnya pak de tidak terlalu menyedot perhatian kami dan selanjutnya yang
terjatuh adalah Aqib. Kejatuhan Aqib sangat lucu,tak pelak mengundang tawa kami
semua.wkkwkwkwkkw
(Kebersamaan di air terjun Seluncuran)
Perjalanan
pulang kami menghabiskan waktu dengan menyanyi ria.Mulai dari lagu
nasional,dangdut,pop,dan Minang meskipun kami berada di bumi melayu sebagai
orang minang lagu minang tetap lah terkece ahahhaha.Melewati merahnya langit,matahari
hampir tenggelam dan burung besi
berselewaran menyita mata saya.Sambil menatap kelangit dengan girang tentunya berdoa dalam hati semoga
suatu saat nanti bisa naik si burung besi. Terutama si burung besi Garuda
Indonesia.Perjalanan ini merupakan perjalanan pertama bersama anggota
Gagasan.Akhir kata,semoga akan selalu ada perjalalanan selanjutnya dan semoga
akan lebih lengkap lagi besama anggota Gagasan yang lainnya.Walaupun belum
terlalu dekat,walaupun hanya dekat dengan beberapa anggota Gagasan saja perjalanan
ini tetap menyenangkan dan akan jadi salah satu kenangan terindah.
Pekan
Baru, Di tulis 28 desember 2015
Comments
Post a Comment