Laman

02 September 2017

Resensi Film Buka’an 8



Hai, Assalamualaikum semuanya. Semoga dalam keadaan sehat dan lindungan Allah aaamiiin, aaamiiin, aaamiiin ya Rabball alamin.^^


Behubung akhir-akhir ini punya banyak waktu luang, jadilah aku ke warnet utuk ngestok film buat ditonton. Hari ini aku menonton dua film Indonesia sampai habis. Surat dari Praha, dan Buka’an 8. Oke, untuk gak memperpanjang muqaddimah pada kesempatan kali ini aku mau resensi film Buka’an 8.


Hasil gambar untuk gambar film bukaan 8
                       Sumber : Google







****

Di awal cerita film ini memang agak sulit dimengerti. Walaupun sulit dimengerti alur ceritanya asyik dan menyenangkan. Menghibur banget lah pokoknya. Menurut pemahaman aku, film ini memang bergendre komedi namun banyak banget nilai sosial yang dapat kita petik dari film ini. Cocok banget buat mahasiswa yang pikirannya lagi kacau karena buat tugas dan sakit kepala karena skripsian.


Film ini menggambarkan kehidupan orang dewasa dizaman millenial seperti sekarang. Alam yang diperankan oleh Chicco Jerico merupakan seleb twit beristrikan  Mia yang diperankan oleh Lala Karmela. Unik memang biasanya kita hanya melihat sosok Lala yang merupakan seorang  penyanyi ternyata juga jago akting.

Dari awal film ini memang sudah menggambarkan konflik yang terjadi antara Alam, Mia dan keluarga besarnya. Alam yang merupakan seleb twit telah membuat pernyataan-pernyataan lewat twitnya sehingga mengiring opini publik. Dan salah satu anggota DPR tersinggung atas pernyataan yang ditwit oleh Alam sehingga memberikan somasi agar Alam meminta maaf. Sepertinya pekerjaan Alam disini gak jelas. Ini, nih yang buat keluarga Mia tidak menyukai Alam. Dari sinilah semua konflik berawal.


Kesimpulannya

Dari film ini kita belajar untuk menggunakan media sosial secara bijak karena ada UU ITE yang mengatur bagaimana cara kita menggunakan media sosial. Selanjutnya bagi laki-laki yang tak ingin dipandang sebelah mata oleh keluarga istri carilah pekerjaan yang tetap, terakhir jujurlah kepada istri tentang apapun. Terutama masalah keuangan. Karena awal konflik pada film ini adalah Alam ingin istrinya mendapatkan ruangan VIP agar tidak dihina oleh keluarga Mia, namun semua terjadi seperti yang tidak diingankan membuat Alam berhubungan dengan lintah darat. Namun meskipun penuh konflik ending film ini bahagia, Mia melahirkan dengan normal dan selamat, Alam telah berdamai dengan abah dan ambu, terakhir Alam meminta maaf kepada anggota DPR. Oh, iya ada informasi yang boleh dilewatkan pada ending film ini lagunya di isi oleh payung teduh berjudul untuk perempuan yang sedang dalam pelukan. Lagu favorit banget ini mah. Sekian  dulu ya untuk resensi film buka’an 8. 😁😂 Wassalam


Nah, sederhana banget kan filmnya meskipun kocak ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Buat kawan-kawan yang udah nonton gimana menurut kalian film ini?




Posting Komentar