Laman

20 November 2016

CERPEN


Assalamualaikum kengkawan,lagi pada sibuk apa?.Kondisi kesehatan kalian gimana?.Aku udah seminggu ini batuk-batuk dan merasa tersiksa banget.Selain sakit tenggorokan dada juga rasanya sesak banget.Semoga cepat sembuh buat yang sakit dan yang sehat jangan lupa jaga kesehatan ya ^_____________________________^

Hari ini aku hujan-hujanan bareng Desi.Dan selama diatas motor Desi cerocos aja kerjaannya aku pun ngebalas pula cerocosan dia.Sebenarnya aku agak kesal sih,kemaren ke kostan Desi.Dianya gak ada secara udah janjian hari kamisnya bakalan pergi festival media hari sabtu.Nomornya pake gak aktif segala.Barulah tadi kewujud juga rencana kita pergi melihat pameran Festival Media.Namun setelah dipikir-pikir ngapain ya tadi aku balas cerocos dia,Mana tau Desi lagi banyak pikiran atau apa.Perasaan bersalah pun muncul.Maaf ya Des teman mu ini belum sepenuhnya mengerti dirimu.Kali ini aku pengen nge post cerpen yang udah lama banget ditulis sebenarnya aku gak pede,karena tulisan aku masih di bawah rata-rata banget.Tapi gak apa-apa lah semoga ada yang baca dan suka.Ini dia cerpennya :

PUISI UNTUK ELLA

Dengan temangut-mangut Ella meninggalkan lapangan.Ester dan gengnya berhasil mempermalukan ella di depan Kevin sang gebetan yang telah diincarnya sejak bangku SMP.Ella pun  meninggalkan lapangan dengan langkah gontai.

Sini aku antarin,”.Tiba-tiba Bento memberhentikan motornya di sebelah Ella.Ella naik dengan otomatis.

Penyesalan muncul dalam benak Ella.Padahal jauh-jauh hari kedua sahabat telah memberikan peringatan.Kekaguman Ella pada Kevin sang anak basket memblurkan segala pemikiran terburuk yang akan terjadi.Ella telah lama kagum pada Kevin.

Ella sering melihat Kevin latihan di dekat sekolah SMP nya dahulu.Butuh waktu lama bagi Ella.Dan bahagianya Ella ketika mengetahui  satu sekolah dengan Kevin.Sekarang Ella duduk di kelas X.Kelas Kevin dan Ella bersebelahan.Tak jarang Ella memperhatikan Kevin yang sedang duduk di kelas melalui jendela.Dan tersenyum sendiri.

Tingkah konyol Ella ini lah yang sering dilihat oleh Ester dan teman-temannya.Ester satu kelas dengan Kevin.Bahkan mereka berasal dari sekolah yang sama dahulunya SMP Cempaka.

Kebahagian Ella juga tidak hanya sebatas  itu.Di sekolah Ella menemukan teman-teman yang baik padanya.Santi dan Hana namanya.Kekaguman Ella pada Kevin kian hari semakin bertambah terlebih ketika Ella bingung untuk menemukan kelasnya di hari pertama sekolah.Kevin menghampiri Ella dan menunjukkan kelas.Hanya sebatas itu dan sekali percakapan saja.Namun rasa suka Ella pada Kevin semakin bertambah.

Dikelas Ella semakin akrab bersama Santi dan Hana.Gelak tawa selalu mewarnai hari mereka.Ella merasa beruntung memiliki teman seperti Santi dan Hana.Santi terkenal jago bahasa ingris.Sedangkan Hana sangat pintar pelajaran matematika.

Ella memang tidak menyukai Matematika.Hana lah yang akan mengajari nya dengan sabar ketika Ella tidak mengerti.Ella hanya menyukai Bahasa Indonesia.Ella begitu menyukai sastra terutama puisi.Hingga suatu hari sepulang sekolah Ella memutuskan untuk tidak pulang bersama kedua sahabatnya.

 “Yakin nih gak pulang bareng ?” Ucap Santi.”Kalo gitu kami duluan ya”.Kembali Hana berucap.Namun sebelum meninggalkan Ella,Santi berbisik.”Hati-hati patah hati”.Bisik Santi.Kedua sahabat Ella memang telah mengetahui alasan Ella untuk tidak pulang sekolah bersama.Dan jauh sebelum Ella mengutarakan niatnya Santi juga tela menegur.”Kevin ? kamu suka sama Kevin.Dia itu Playboy cap kambing kami satu sekolahan dulu” Ucap Santi dengan nada tinggi kala itu.”Aku Cuma kagum,pengen liat dia latihan aja sepulang sekolah biar bisa lebih dekat” Balas Ella saat itu.

Ella hanya senyum dan cengengesan mendengar bisikan Santi dan melambaikan kedua tangannya saat kedua sahabat nya melirik. Dengan berlari-lari kecil Ella menuju lapangan.Kevin tampak bermain dengan sangat bagus.Ella melihat jam tangannya.”Lima belas menit lagi“ gumamnya.Ella juga mengeluarkan bekal yang di bawanya dari rumah untuk Kevin .

***
Entah dari mana Kevin mendapatkan nomor Ella.Sejak kejadian memalukan itu,Kevin semakin sering menghubungi Ella.Mulai dari meminta Ella untuk melihatnya ketika latihan dan jalan sepulang sekolah.Hanya saja Kevin meminta jika di depan umum mereka bertingkaj seolah-olah tidak ada apa-apa diantara mereka.

Backstreet! gak gentleman banget sih “.Ucap Hana dengan nada meninggi.”Trus lo mau aja gituh ?” .“Ya,gimana lagi gue kan udah suka sama dari lama Sannnn……..”.”Terserah lo deh.Kita Cuma gak setuju aja cara lho jalin hubungan gitu.Kek gak dianggap tau!!!!!!!” Kembali Santi mencerocos.

Setelah percakapan itu tidak ada satupun percakapan diantara mereka.Santi meminta izin pulang.Tidak lama setelah itu Hana pun pulang.Ella masuk kedalam rumah dan menutup pintu ketika melihat punggung kedua sahabatnya mengecil dari bayangan matanya.

Sesuai permintaan Kevin,di sekolah mereka bersikap seolah tidak ada yang terjadi diantara mereka.Ella yang sering berpaparan dengan Kevin mencoba tersenyum.Kevin hanya membalas dengan isyarat.
Seminggu berpacaran dengan Kevin tidak ada masalah diantara mereka.Ella sering menghabiskan waktunya dengan Santi dan Hana.Terkadang Bento ikut bergabung.Lelaki keturunan Jepang.Matanya sipit dan kulitnya putih.Hanya saja Bento memiliki masalah dalam bidang kesehatan.Tak jarang Bento sering libur sekolah untuk pergi berobat.Berbagai pengobatan telah dilakukan namun semakin hari kesehatan Bento semakin menurun.

Lelaki pembaca segala jenis buku itu terkadang suka  pucat disekolah dan tangannya berkeringat.Dan jika merasa sedih terhadap sikap Kevin.Ella akan mengasingkan diri di taman sekolah.Bento yang kebetulan lewat atau sengaja mengikutinya akan datang menghampiri dengan membawa tisu dan mendengarkan keluh kesah Ella.

Yang membuat mood  Ella kembali baik dan senyum nya cerah.Sudah seminggu lamanya Kevin tidak menghubungi Ella via telpon seperti biasanya.Ella mencoba menghampiri Kevin di lapangan sekolah dan menunggui di depan kelas.Namun Kevin bersikap menghindar.Perubahan sikap Kevin membuat Ella bertanya-tanya.

Ella kembali pulang sendiri karena telah menyuruh Santi dan Hana untuk pulang duluan.Dan sudah beberapa hari juga Ella tidak lagi melihat Bento.Biasanya jika pulang sendiri.Bento selalu menghampirinya.Jangankan ketika pulang sendiri,Bento juga sering mengajak Ella dan kedua sahabatnya Santi dan Hana untuk ke toko buku saat mereka pulang sekolah bersama.Dan menawarkan Ella dan sahabatnya untuk diantar pulang.

 “Kalo gue pikir-pikir Bento keknya suka sama lho deh Ella”,ngapain juga sih lo sama Kevin”! Ucap Santi suatu hari.Namun Ella memang di butakan oleh kekaguman tanpa alasan pada Kevin.
***
            Yang membuat Ella semakin panas disekolah adalah sikap Kevin yang sering ngumpul dengan anak perempuan disekolahnya.Setiap pulang sekolah selalu ketika menunggui Kevin juga  Ella selalu dicuekin.
            Ella pun bersikeras menelpon Kevin namun tak pernah diangkat.Santi dan Hana hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang berubah menjadi pemurung.Di sekolah Ella berubah menjadi pendiam.
            “Lho ikut ngejenguk Bento gak ? udah sebulan tuh dianya gak sekolah “.Santi mendekati Ella yang dari tadi murung.”Bento ? Sebulan“.Jawab Ella.” Hmmmmm kalo mau ikutan ntar sore kami tunggu,ngumpul dirumah Hana aja “Santi pun berlalu meninggalkan Ella.
            Ella yang merasakan sesak di dadanya.Terlebih ketika mendapat kabar Kevin baru saja jadian dengan Cantika kakak kelas mereka.Benar saja sepulang sekolah Kevin pulang bersama dengan Cantika.
            Ella benar-benar sedih.Kevin hanya mempermainkan perasaannya.Ada rasa penasaran di dalam dada Ella kenapa Kevin tega melakukan hal tersebut kepadanya.Ester yang melihat Ella langsung mendekat.Dengan menepuk tangannya dan berkata ”Akhirnya lho sakit hati juga khan,asal lho tau Kevin itu sepupu gue.Yang ngirim sms dari nomor Kevin ke hape lho gue.Gue udah sekongkol sama Kevin.Kenapa lho tega ngelakuin itu semua?”.”Karena lho udah ngerebut Tegar dari gue “.Plaaaaaaaak sebuah tamparan mendarat di pipi Ester.Hal yang belum pernah dilakukan ella kepada siapapun.
            “Gue gak pernah rebut Tegar dari lho.Asal lho tau kami udah lama putus.Dan yang kami jalani hanya cinta monyet.”Ella meninggalkan Ester dan pipinya tiba-tiba basah.Saat-saat dimana Ella sangat membutuhkan Bento yang selalu ada disaat duka dan tawa.Sesampai dirumah Ella menyeka air mata yang turun di pipinya.

            Ella begitu kecewa melihat sikap Ester yang kekanak-kanakan.Hanya gara-gara diputuskan oleh Tegar Ester melimpahkan segala kekesalan kepada Ella.Ella pun tertidur dan melihat sepuluh panggilan masuk.Ella pun langsung membalas sms Hana yang masuk.Hana pun langsung membalas.”Telat,kami udah di jalan pulang nih”.

Ke esokan harinya disekolah tak ada lagi cerita yang menarik bagi Ella selain menanyakan keadaan Bento.Santi hanya bercerita saat mereka mengunjungi Bento ia tak pernah berhenti menanyakan kabar Ella.Bahkan ketika mama nya bercerita saat bangun dari koma ketika berobat di Singapura Bento terus mengucapkan namanya.

            Ada perasaan bersalah di hati Ella.Selama ini ia terlalu sibuk menghabiskan waktu dengan orang yang selama ini tidak memikirkannya sama sekali.Bahkan Ella merasa kecewa pada diri sendiri yang tidak menyadari jika Bento sangat menyayanginya.

            Berbekal alamat dari Santi dan Hana.Sepulang sekolah setelah menggantikan pakaian dan membungkus buah.Ella berangkat menuju rumah sakit untuk menemui Bento.15 menit menghabiskan waktu di jalanan Ella akhirnya sampai di rumah sakit.Hanya saja saat sampai di rumah sakit menurut perawat Bento baru saja pulang.Ella pulang dengan perasaan sedih.

            Kesekokan harinya Ella pun menceritakan kejadian tersebut kepada Hana dan Santi.Ella benar-benar merasakan kesepian dan kerinduan mendalam kepada Bento.setelah membujuk Hana dan Santi agar mau menemani Ella menjenguk kerumah Bento saja.Santi dan Hana  setuju.Akhirnya mereka berangkat,setelah pulang sekolah.Dan betapa kagetnya Ella ketika memasuki pekarangan rumah Bento yang dipenuhi dengan tenda dan  ramai.Beberapa papan berduka cita memenuhi halaman rumah bento.Ella berlari menuju kedalam rumah.Dan melihat seorang lelaki tidur denga tersenyu dan tak akan pernah terbangun lagi.

Ella langsung menangis dan tak lama setelah itu Ella pingsa .Tak ada jalan lain,hanya saja kondisi Ella sudah mulai stabil.Ella pun ikut menyolati jenazah dan mengantar ke jenazah keliang lahat.Namun air mata tak pernah berhenti mengalir di pipi Ella.Setelah jenazah dikebumikan Ella ,Hana dan Santi pun berlalu seperti yang lainnya.Tiba-tiba perempuan paroh baya menghampiri mereka dan memberikan sepucuk kertas.”Tulisan Bento,ia menulis nya setiap hari dan menyelesaikan kemarin”.Ucap ibunda almarhum Bento.

Sesampai di rumah Ella membuka kertas yang digulung dan diikat sebuah peta pink.Ella pun merasa menyesal tak sempat berjumpa dengan Bento hanya gara-gara menghabiskan waktu memikirkan Kevin yang sama sekali tak mnyukainya.Pada saat membaca Ella pun kembali menenagis.

Untuk mu nyata yang sulit ku raih
Tetaplah jadi periang seperti aku mengenalmu ketika baru masuk sekolah
tetaplah menyunggingkan senyum
Ketika mengingatku

Ingatlah bahwa aku adalah orang yang sangat ingin melihatmu bahagia
Teruslah belajar kejar cita-citamu
Semoga kelak cinta sejatimu
Ditemani lelaki baik yang beruntung itu bisa bersamamu

Dan rasa penyesalan pun dalam batin Ella semakin menguat tak kala ia tak pernah mengetahui bagaimana sayangnya Bento padanya.Bahkan dihari terakhirnya Bneto masih menulis untuknya masih menyuruhnya untuk tetap berbahagia.Saat itu juga Ella memutuskan untuk tidak perlu bersedih karena diputuskan Kevin.Dan terbukti ketika Ella tak lagi mengikuti bayangan Kevin hidupnya lebih bahagia bersama Santi dan Hana.Dan ketika teringat Bento Ella juga tak lupa mengirimkan doa dengan membaca surat Al-fatiha.

Dan benar saja jika saat itu,Ella terlalu menikmati kesedihan di tinggal Kevin dan malas belajar.Ella tak akan pernah sampai ketempat saat ini tempatnya berpijak,sebuah pohon yang gugur disaksikan Ella melalui jendela kamarnya.Dan secangkir teh menemani paginya dan setumpuk paper.Sekarang Ella sedang kuliah di luar negeri.Dan dalam hati Ella sangat berterimakasih kepada Bento sahabatnya yang selalu mengingatkan untuk berbahagia.Karena kemanapun melangkah Ella selalu membawa kertas yang diikat dengan pita pink tersebut.

Kengkawan pada suka nulis dan baca cerpen juga kan?.Makasih ya buat yang udah baca,Jangan lupa kasih masukan di kolom komentar ya.Selamat malam dan beristirahat ^_______^




Posting Komentar