Laman

07 Maret 2016

Diam dan Hening



            Belakangan ini aku sering merasa sedih. Karena mengingat apa yang telah aku berikan ke pada orang-orang tidak sesuai dengan apa yang aku dapatkan.Tidak munafik,karena dalam setiap hubungan atau menjalin relasi kita pasti menginginkan suatu umpan balik.Kenyataannya dalam komponen komunikasi   juga ada komponen  umpan balik (feedback). Contohnya saja ketika memberi kita berharap ada balasan dalam bentuk yang sama misalnya jika kita  membantu seseorang,maka kita berharap dia juga akan membantu  kita dalam hal apapun  pada saat lain .

Aku keliru opini seperti itu tidak seharusnya aku jadikan sebagai prinsip hidup. Semakin kesini aku semakin sadar.Bahwa setiap kali aku memikirkan hal  itu dadaku  menjadi sesak ,aku  juga akan merasakan kesedihan yang berujung kekecewaan.

Namun dari hal ini lah kemudian aku belajar bahwa pada saat kita memberi kita hanya boleh berharap kepada Allah.Betullah perkataan bahwa yang maha memiliki bumi dan kerajaannya hanya Allah SWT.Betullah bahwa yang maha kaya hanya Allah SWT.

            Aku tiba-tiba teringat syair lagu kasih ibu .”Kasih ibu,kepada beta tak terhingga sepanjang masa,hanya memberi,tak harap kembali,Bagai sang surya, menyinari dunia”.

            Aku pun menyadari bahwa dalam hal memberi lebih baik dalam diam.Dan berbagi tanpa mengharapkan imbalan jauh lebih indah di bandingkan segalanya.Seperti kasih ibu yang memberi tanpa pamrih.Karena pembalas  terbaik dalam kehidupan ini  hanya Allah SWT.

Begitupun dengan cinta aku jauh lebih merasa tenang mencintai dalam diam.Dan berdoa yang terbaik untuk dirinya dalam  keheningan.Dari pada bermimpi memiliki lalu mengkhayal kosong.

Karena aku sadar dan yakin bahwa setiap kita telah diberi jalan hidup masing-masing, aku jadi teringat kalimat populer di media sosial.” Jika akhirnya kamu tidak bersama orang yang sering kau sebut dalam doamu, mungkin kamu akan di bersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya”.

Pekan Baru,7 Maret 2016 00:26 PM 
Posting Komentar