Laman

03 Maret 2016

Wisata Sejarah : Candi Tanjung Medan

Walaupun orang Pasaman asli. Aku baru sekali menginjakkan kaki ke Candi Tanjung Medan. Tepatnya saat libur lebaran tahun lalu, bersama teman-teman ketika masa sekolah. Mereka berlebaran kerumah dan mengajak jalan-jalan kecandi sekalian untuk hunting foto. 

Menurut wikepedia bahasa indonesia,ensiklopedia bebas. Candi merupakan peninggalan Kebudayaan Hindu dan Budha.Yang disebut Biaro (Biara,Vhiara). Struktur Candi : Terdapat dua bangunan candi yang terbuat dari batu bata dengan ukuran batanya yang relatif lebih besar daripada ukuran bata yang biasa dipakai masyarakat sekarang.Kedua bangunan yang mirip altar  pemujaan itu sekarang sudah direkonstruksi dan diberi atap karena batu bata yang asli sudah banyak yang hancur. Areal sekitar candi juga sudah di pagar dengan baik.  

Topografi Candi Tanjung Medan : Menilik dari letak candi yang berada di pinggir Batang Sumpur, yang mengalir ke Provinsi Riau (di sana namanya berubah menjadi Sungai Rokan dan bermuara di pantai timur Sumatera) maka diperkirakan pendiri Candi Tanjung Medan datang dari daerah hilir sungai Rokan sebagaimana juga nenek-moyang orang Minangkabau yang juga diperkirakan mengikuti aliran sungai dari pantai timur Sumatera Barat. 

Salah satu bukti hal ini adalah terdapatnya kesamaan nama beberapa tempat yang ada di Kecamatan Panti dan daerah Ujung Batu (Prop. Riau), seperti Tanjungmedan, Rambah, Tambangan, dan Sontang Meskipun sejarah nya belum diketahui secara pasti  suasana di kawasan Candi sangat sejuk terutama ketika senja. Menurut paku kawasan Candi Tanjung Medan juga cocok dijadikan tempat menghabiskan waktu  dengan latar belakang candi itu sendiri,bukit barisan ataupun bunga. XD ini  foto bersama teman-teman :











Untuk pembaca yang sedang berada diPasaman tempat ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata sejarah juga. Menurut wikepedia bahasa indonesia,ensiklopedia bebas akses menuju candi ini adlaah terletak dijalan raya Padang-Medan. di kilometer (km) 189 dari Padang, atau km 98 dari Bukittinggi, atau km 80 dari Kotanopan (sesuai yang tertulis pada tonggak kilometer terdekat). Bila sudah menemukan tonggak kilometer tersebut, berjalanlah kira-kira 200 meter lagi ke arah utara, dan di sebelah kanan akan terlihat sebuah persimpangan jalan tanah (tepatnya 20 meter sebelum jembatan). Ikuti jalan tanah tersebut ke arah timur dan kira-kira 200 meter lalu  bertemu saluran irigasi Panti-Rao. Nah, di seberang saluran irigasi tersebutlah candi berada.  Sebagai sumber tulisan diakses diinternet (Di akses pada tanggal 03-03 2016 21:47 pm)


Posting Komentar