Laman

27 November 2015

Husnudzon Khatimah sikap tebaik saat ini




Tiga hari lagi bulan Nopember akan berakhir,banyak suka cita yang terjadi di bulan ini.Orang tua-tua zaman dahulu mengatakan bahwa bulan yang berakhiran ber adalah musim penghujan karna identik bengan ber yang berarti ember.Filosofis yang aneh memang.Tapi Nopember kali ini memang musim penghujan dan kata orang tua-tua dahulu tidak dapat disalahkan juga.Hampir setiap sore hujan datang dan beberapa kali menghampiriku dan hasilnya aku basah kuyup sampai di kost.


Whatever,aku lebih bahagia melihat hujan turun di banding kabut putih berbentuk salju  mengandung partikel-partikel berbahaya saat dihirup.Setidaknya setelah hujan turun selalu ada langit biru nan bersih kadang jika beruntung ada garis melengkung di penuhi warna.Di kota perantauanku aku sangat jarang menemukan garis melengkung yang di panggil pelangi.


Tadi malam hujan turun lebat sekali dan alhasil  pagi ini  kabut sangat tebal aku bersyukur kabutnya bukan asap bukan sesuatu yang berbahaya.Setidaknya begitulah pemahamanku.Pagi itu beberapa mahasiwa sibuk dengan aktivitasnya ada yang bercengkrama sambil tersenyum ,ada juga yang sibuk dengan dunianya sendiri.Aku masuk pukul 06.30WIB tak ingin terlambat.Aku berangkat dari kost menuju halte pukul 06.10 WIB lebih cepat dari biasanya.Tepat setengah tujuh kurang bus yang biasa aku tumpangi datang.Bus melaju dengan kencang,dan sedikit ugal-ugalan pramuniaga pengutip ongkos penumpang tampak mengingatkan pak supir untuk tidak laju-laju.

Setengah tujuh aku sampai di kampus. Menaiki anak tangga.Nafasku terseol-terseol lantai tiga dan itu wajar saja.Aku menjadi mahasiswa pertama datang tak lama setelah itu teman sekelasku berdatangan termasuk dosen yang mengajar kami.Namun proses belajar mengajar belum bisa dimulai,ruangan tempat kami belajar belum terbuka masih terkunci.Setelah sekian lama menunggu barulah petugas datang.

Ibu-ibu berbaju warna biru datang dengan gantungan kunci tersusun di tangannya dan taraaa pintu labor kami terbuka.Kami pun masuk,sesaat setelah masuk aku keluar dan mengambil sepatu lalu meletakkan di bawah kursi agar ketika teman-teman keluar sepatuku tidak terinjak.

Aku duduk di kursi biasa yang kutempati. Hari ini kami belajar  membuat video awalnya masih lancar mengikuti cara yang dipersentasekan pak dosen.Hingga di tengah pembelajaran salah seorang dosen masuk menyuruh kami membersihkan dan memungut sampah yang ada disekitar kami.Akhirnya waktu  habis Video yang belum selesai langsung aku save dan beberapa teman berjalan menuju keluar ruangan setelah menantangani absen.

Akhir-akhir ini aku merasakan ada yang tidak stabil ketika berada di kelas.Awalnya aku dekat dengan salah seorang teman sekelas dari semester lalu namun tiba-tiba semester ini jarak seperti datang.Beberapa bulan yang lalu kami masih sering pulang dan makan bareng namun akhir-akhir ini,Tidak bahkan untuk saling menunggui ketika pelajaran dikelas berakhir.Tiba-tiba aku teringat sahabatku ketika MTsN betapun kacaunya kami betapun kami tidak saling bertegur sapa tetap berangkat kesekolah dan pulang sekolah bersama.Jika aku yang duluan keluar aku akan berdiri di depan pintu kelasya dan ketika Intan yang keluar Intan akan menunggu di depan kelasku.

Tapi aku bersyukur,walaupun tidak sering pulang bersama.Aku masih punya teman dikelas walau tidak terlalu dekat,tapi jika melihat dia ada sedikit sesak entah akunya yang tertalu lebay.Diakhir pembelajaran bapak dosen memberikan tugas video.Kosma sebutan untuk ketua kelas atau komting menyerahkan pembagian kelompok kepada kami.Ada perasaan sedih dan tidak adil.Apalagi setelah mendengar nama-nama kelompok.Sebanarnya ada banyak hal-hal  membuat aku tidak nyaman di kelas.

Namun aku selalu mengingat bahwa tujuan awal adalah untuk memulai kuliah dan menyelesaikan dengan baik.Oh,Nopember tiga hari lagi kau akan berlalu dan kepada hari aku berharap tetap sapa aku dengan kabar yang baik.Mungkin memang benar dua hari yang lalu ketika belajar Komunikasi Lintas Budaya kami membahas berbagai hal mengenai budaya.Hingga Pak Suhaimi dosen Komunikasi Lintas Budaya mengatakan “sebenarnya  hanya sikap memahami saja diperlukan dalam menghadapi perbedaan  agar tidak bergesekan dengan budaya lain dalam islam sudah ada diajarkan konsep Husnudzon Khatimah yaitu berprasangka baik,”.Tutur pak Suhaimi 

Sejatinya memang tidak ada yang abadi siapapun bisa pergi dari kita bahkan suatu hari nanti raga juga akan terpisah dengan ruh.Sikap terbaik untuk tiga hari menjelang berakhirnya bulan nopember adalah khusnuzhon khatimah.Eh,bukan tiga hari menjelang berkahirnya nopember saja jika bisa untuk selamanya.Semangat berbaik sangka semoga membawa kebaikan tiada tara.


 
(27092015 13:28 PM )